JEPANG AKAN MEMBANGUN LIFT RUANG ANGKASA

Perusahaan konstruksi Jepang pada berencana membangun lift yang tingginya 96.000 km atau sekitar 1/4 jalan ke Bulan. Tujuan proyek itu adalah mewujudkan mimpi wisata ke ruang angkasa.

Obayashi Corps, nama perusahaan itu, akan menggunakan teknologi carbon nanotube untuk membangunnya. Carbon nanotube mampu memberi kekuatan konstruksi 20 kali lebih kuat dari baja.

Lift bisa mengangkut 30 orang sekali jalan dan akan bergerak dengan kecepatan 200 km/jam. Lift akan mengantar publik hingga ketinggian 36.000 km, hanya peneliti yang boleh sampai ketinggian maksimal.

“Manusia telah lama mengagumi bangunan tinggi. Daripada memilih membangun dari Bumi, kami memilih membangun dari angkasa,” kata Satomi Katsuyama, pimpinan proyek Obayashi Corps.

Meskipun telah memiliki impian, seperti dikutip AFP, Rabu (22/2/2012), Obayashi Corps belum menentukan tempat pembangunan, biaya serta donatur yang akan membiayainya.

Saat ini, Obayashi Corps masih menuntaskan konstruksi menara tertinggi di Jepang, Tokyo Sky Tower, yang tingginya 634 meter. Menara tersebut berfungsi mendukung penyiaran sekaligus tempat melihat pemandangan kota.

Obayashi Corps telah berpengalaman membangun menara, pembangkit listrik hingga renovasi Candi. Beberapa karyanya adalah Universal Studio di Osaka, Dubai Metro di Uni Emirat Arab dan Stadium Australia.

PENEMUAN : AIR ELASTIS DITEMUKAN

Akhir – akhir ini telah dikembangkan di Tokyo University, materi baru dari air elastis dimana elemen utamanya sebagian besar terdiri atas air (95%) dengan tambahan dua gram tanah liat dan bahan organik. Menyerupai zat yang dihasilkan agar-agar atau gel, namun sangat elastis dan transparan.
Ini bentuk rupanya :

Elemen Air Elastis
Penemuan ini awalnya terungkap minggu lalu dalam edisi terbaru majalah ilmiah Nature. Menurut para ilmuwan Jepang, bahan baru ini sangat aman untuk lingkungan dan manusia, dan sangat mungkin untuk menjadi salah satu media penting dalam teknologi kedokteran khususnya kesehatan, yaitu untuk menolong yang terluka atau menyelesaikan pembedahan yang aman (seperti menggantikan bagian-bagian tubuh yang dipotong).

Bahkan dengan meningkatkan densitasnya, material baru ini dapat digunakan untuk menghasilkan “bahan plastik ekologis,” atau bisa menggantikan plastik sama sekali. Tahap ini masih dalam penelitian hingga September 2010. Namun jika berhasil, para ilmuwan mungkin telah menemukan sebuah terobosan untuk membuat dunia sedikit lebih hijau.

RUSIA BERAMBISI MEMBANGUN PERADABAN DI KUTUB UTARA

Rusia mengungkapkan ambisinya untuk membuat ‘kota’ di Kutub Utara. Sebanyak lima ribu warga akan ditempatkan di wilayah dengan suhu minus 30 derajat Celcius di musim dingin itu, Rusia telah memperhitungkan efek suhu di sana terhadap kesehatan dan daya tahan manusia.

Kota yang nantinya dinamakan Umka ini akan menempatkan warga dalam sebuah kubah raksasa untuk melindungi mereka dari dingin. “Kota ini akan menjadi strategi penting Rusia di bagian utara,” ungkap arsitek Valery Razhevskiy yang rancangannya telah disetujui Vladimir Putin.

Sumber mengatakan kota ini akan menjadi tempat tinggal para tentara, penjaga perbatasan dan staf Secret Service serta ilmuwan dan penjelajah. Ambisi ini merupakan bagian dari rencana Rusia yang mulai serius pada kekayaan mineral di Arktik.

Di kota ini, semuanya akan menikmati kehidupan mewah termasuk segala fasilitas yang bisa membuat orang iri.

“Kami ingin memiliki lab ilmiah, rumah serta taman, kompleks Aqua, hotel dan katedral. Hal yang pasti ada adalah sekolah, taman kanak-kanak, zona rekreasi, rumah sakit, dan fasilitas olahraga,” paparnya.

Kota yang dijuluki ‘kota ajaib’ ini akan menelan biaya GBP4 miliar (Rp56,7 triliun) untuk pembangunannya. Rancangan Umka berdasarkan International Space Station (ISS).

 

TEKHNOLOGI AKAN MENGHANCURKAN BUMI

Dari  Kanada tersiar kabar dari para ahli bahwa Bumi telah dikolonisasi Tekhnologi,  Felix Pharand membuat diagram dari data kabel, pesawat dan jalan yang ada di Bumi. Hasilnya, secara mengejutkan teknologi telah membahayakan planet kita .

Memanfaatkan PC rumahan, Pharand memasukkan data dari badan seperti Geospatial Intelligence Agency dan Atmospheric Administration guna menciptakan ilustrasi akurat cara manusia ‘mendomestikasi’ Bumi.

Menurut Pharand, 3% permukaan Bumi atau seukuran India berada di bawah aspal. Awal pekan ini seperti dikutip DM, Dana Populasi PBB mengungkap, pada 31 Oktober, Bumi akan mendapat tambahan penduduk sebanyak satu triliun orang.

“Gambar ini menunjukkan kegiatan manusia secara global, mulai dari jalan, polusi cahaya, jalur kereta, dan jalur listrik. Selain itu, gambar ini menunjukkan pola pengaruh manusia secara global di Bumi, dan secara nyata bumi kelihatan semakin tua dan kurang perawatan dari kita sebagai manusia” katanya.

Menurutnya, dunia pada abad 21 ini merupakan hasil efek yang disebut Great Acceleration atau transformasi cepat hubungan manusia dengan dunia alami dalam sejarah. Menurutnya, pada akhir abad 21, populasi dunia bisa mencapai lebih dari 15,8 miliar orang.

PENAMPAKAN UFO

Pada Bulan ini, warga Missouri, Amerika Serikat (AS), merasa terkejut akibat banyaknya penampakan UFO yang terjadi. Namun kini, fakta di balik penampakan itu terungkap.

Sejauh ini, menurut saksi, penampakan yang muncul berupa bulatan cahaya yang eksotis di langit malam. Selain itu, penampakan kebanyakan berpusat di wilayah Kansas City.

“Dari semua penampakan, kami mendapat gambaran pesawat berbentuk segitiga dengan beragam cahaya,” ujar direktur Debbie Ziegesmeyer Missouri Mutual UFO Network (MUFON).

“Ternyata, kami mendapat informasi adanya markas Angkatan Udara Whiteman dekat Kansas City yang sedang menguji pesawat pengebom siluman B-2,” lanjutnya.

Meski begitu, menurutnya seperti dikutip HuffPost, 60 penampakan yang terjadi bukan hanya karena pesawat itu.

“Hal paling aneh dari kejadian ini adalah, bulatan ini dilaporkan terbang terlalu dekat manusia dan kami belum memiliki penjelasan untuk ini,” paparnya.

Direktur internasional MUFON Clifford W. Clift Jr. mengatakan, banyak kemungkinan mengenai penampakan UFO Missouri, termasuk pesawat siluman tersebut dan hal yang memang belum bisa kami jelaskan.

TREND VGA CARD: MAKIN SERU DENGAN HADIRNYA SERI TERBARU

Urusan kartu grafis yang belakangan jadi salah satu komponen termahal dalam PC menjadi semakin seru. Kedua jawara chip grafis-nVidia dan ATI-mengeluarkan rentetan produk mutakhir mereka beberapa bulan terakhir, baik yang berbasis AGP maupun PCI Express, sehingga melahirkan varian produk yang mewah dan cantik.

Persaingan tidak hanya terjadi di kelas high end saja yang menawarkan seri X800 untuk ATI maupun GeForce FX6800 untuk nVidia. Persaingan paling ketat justru ada di kelas mainsteam dan kelas entry level dengan varian-varian yang sangat beragam. Untuk kelas ini, selain seri mutakhir, hadir pula seri-seri yang sudah cukup lama beredar dengan harga yang sangat bersaing satu dengan yang lain.

ATI sendiri tampaknya memang sangat berambisi melibas hegemoni nVidia untuk urusan tampilan grafis ini. Dari satu sumber distributor, PCplus mendapatkan informasi bahwa pihak ATI paling tidak ingin menancapkan hegemoninya di Indonesia dengan menguasai lebih dari 50 persen pangsa pasar. Sebuah target yang cukup masuk akal mengingat di pasaran produk ATI belakangan banyak sekali beredar dengan mengusung beragam brand kartu grafis, mulai dari kelas entry level hingga kelas high end.

Teranyar ATI merilis kembali versi X700 dengan tiga variannya yaitu X700XT, X700Pro, dan X700 standar yang kabarnya akan segera menggantikan seri X600 yang beberapa bulan ini menjadi andalan di kelas Mainstream, selain juga kelas Radeon 9600 dan Radeon 9550.

Perluasan pasar untuk chip ATI juga tampaknya akan semakin menggila lantaran Asus yang menjadi manufaktur terbesar kartu grafis segera merilis X-Series untuk kartu grafis  berbasis chip ATI seperti pada produk motherboard-nya. Sasarannya jelas yaitu untuk menjangkau pengguna berkantong tipis. Di satu sisi munculnya seri ini akan membuat penetrasi pasar kartu grafis ber-chip ATI akan semakin luas meski di satu sisi membuat manufaktur lain yang sama-sama mengusung chip ATI menjadi ketar-ketir takut kalah bersaing.

PCI Express Mulai naik Daun

Di sisi lain, penggunaan interface berbasis PCI Express juga meningkat. Perlahan tapi pasti penggunaan grafis berbasis PCI Express mulai menggantikan grafis yang berbasis AGP. Ini misalnya ditandai dengan makin banyaknya seri-seri kartu grafis yang beredar di pasaran dengan memanfaatkan slot yang memiliki bandwidth dua kali lebih besar dari AGP 8X ini. Seri berbasis PCI Express yang sudah beredar seperti seri X800, X600, X300 dari ATI maupun GeForce FX5900, FX5750, dan lain-lain.

PENTINGNYA MEMAHAMI KOMBINASI HARDWARE-SOFTWARE DALAM VIDEOGRAFI

Yang namanya ngedit video, kalau sudah keasyikan bisa kelupaan makan dan minum sehingga tubuh drop kehabisan energi dan vitamin, karena kita sudah ketagihan. Namun bila pekerjaan ini kemudian ditujukan untuk keperluan profesional yang membutuhkan tenggat waktu, arus perputaran dan loncatan penanganan yang cepat antara proyek satu ke proyek berikutnya, apakah kita akan berkutat pada keasyikan semata?

Tentu cost kepercayaan orang lain yang terkait dengan proyek itu dan kredibilitas perusahaan atau lembaga tempat kita bernaung menjadi taruhannya. Tentu, jangan main-main dengan yang satu ini. Hal apa sajakah yang dapat membantu kita untuk mempercepat penanganan terhadap satu proyek video?

REAL TIME EDITING: SALAH SATU KUNCI QUICK-EDITING

Keterbatasan daya hardware komputer serta perangkat lunak pengolah video telah memunculkan satu konsep yang disebut real time. Apa itu real-time? Sebelum kita dapat melihat preview hasil suntingan kita atau sebelum menyimpan hasil penyuntingan, kebanyakan perangkat penyunting video akan mengarahkan kita untuk melakukan rendering. Jika waktu render yang diperlukan melebihi durasi (waktu putar) atau panjangnya klip, maka hal tersebut dikatakan bukan real-time.

Dalam kenyataannya, seringkali rendering merupakan momok dalam proses penyuntingan video. Bayangkan saja, sebagai contoh seorang rekan redaksi pernah ngomel-ngomel karena harus menunggu selama 9 jam hanya untuk me-render video dengan durasi 45 menit. Padahal, spesifikasi komputernya juga tidak rendah-rendah amat: Prosesor Pentium 2 giga hertz, RAM 256MB, video card AGP 16, serta harddisk 200GB 7200 rpm.

Tentu ada beberapa faktor yang menyebabkan waktu render begitu panjang. Seringkali, secara tak sadar dan di luar kontrol kita tergila-gila pada penerapan berbagai efek visual, transisi, filter koreksi maupun efek audio yang aneh-aneh. Berbagai efek ini ibarat muatan besar yang harus dibawa oleh sebuah angkutan. Pernah lihat metromini di kota yang penuh sesak dengan penumpang kan? Yah…seperti itulah kira-kira analogi proses perekaman klip yang penuh dengan efek “wah”.

Permainan mutitrack juga dapat menjadi penyebab panjangnya waktu render. Saat ini kebanyakan perangkat lunak penyunting video telah menyediakan fasilitas multi track editing. Fasilitas multi track ini sebenarnya merupakan pemecahan masalah yang ditemui jika kita melakukan penyungan video secara analog dengan meja edit. Diperlukan minimal dua buah VTR atau player video untuk memutar dan menggabungkan dua klip dalam satu efek. Dengan fasilitas multitrack ini, pengeditan serupa menjadi jauh lebih mudah di non-linear editing. Efek yang paling sering memerlukan multitracking adalah picture-in picture yang akrab dikenal dengan P in P. Efek ini cukup terkenal dan cukup digemari. Tapi ya itu tadi, memberikan beban yang cukup berat bagi proses render.

Pernah dengar istilah codec? Codec adalah satu aplikasi kompresi dan dekompresi file video-audio. Saat melakukan pemrosesan file video, codec akan melakukan pencocokan dengan ekstensi dan metode kompresi yang dipilih. Di sinilah letak permasalahannya. Jika kinerja codec bagus, maka proses dapat berjalan cepat. Waktu yang diperlukan untuk render tidak terlalu panjang dan tidak melebihi durasi klip itu sendiri. Banyak sekali codec yang tersedia, seperti: Cinepak, Intel Indeo, dan lainnya. Apa yang baru saja disebut ini merupakan codec yang berjalan pada perangkat lunak (software). Ada juga codec yang berjalan di atas hardware. Kombinasi antara codec yang berbasiskan software dan yang berbasiskan hardware akan mampu memaksimalkan kemampuan real-time editing. Codec berbasis hardware paling umum ditemui di dalam video editing card.