HARGA ANTIVIRUS KOMPUTER SEMAKIN MURAH

Masyarakat di era komputer semakin sadar akan bahaya virus, Karena virus di dalam computer sangat berbahaya bagi keberadaan data-data kita, akan tetapi para pengguna komputer tidak mempunyai kecenderungan untuk memiliki software antivirus yang original, padahal anti virus original ibarat vitamin bagi tubuh manusia. Tingkat kesadaran masyarakat terhadap pemakaian antivirus asli atau original pada perangkat digitalnya masih rendah. Padahal dengan menggunakan antivirus asli akan menjamin keamanan sistem dan data yang tersimpan di komputer.

Faktor keamanan menjadi sangat penting apabila komputer atau laptop Anda terhubung ke Internet. Karena di dunia maya tersebut, segala bentuk ancaman dan serangan berseliweran di sana. Sebagian besar masyarakat Indonesia sebenarnya sudah sadar pentingnya menggunakan antivirus, tetapi sayangnya lebih banyak yang memutuskan menggunakan antivirus non original alias bajakan.

Dengan menggunakan antivirus bajakan, komputer Anda tidak akan terlindungi secara maksimal. Selain tidak semua fitur keamanan bisa Anda dapatkan, update database harian, yang merupakan faktor sangat penting untuk sebuah antivirus, juga tidak akan dapatkan secara rutin.

Product Manager Astrindo Starvision selaku distributor Norton Antivirus menjelaskan virus akan mudah tersebar akibat pengguna sering berselancar di dunia maya (online). Apalagi, pengguna perangkat digital seperti komputer, tablet hingga ponsel pintar (smartphone) tidak sering update antivirus terbaru.

Pihak Norton sendiri membanderol harga antivirus mulai Rp 150.000 hingga Rp 540.000. Harga tersebut tergantung jumlah perangkat yang akan dilindungi sekaligus ragam fitur yang diinginkan konsumen. Bahkan, Norton juga menawarkan antivirus khusus smartphone Android.

Tidak berbeda dengan Norton, pihak Kaspersky juga terus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya membeli antivirus asli. Cara yang dilakukan adalah menggaet pihak universitas untuk menyelenggarakan seminar-seminar tentang IT dan menjelaskan pentingnya antivirus.

“Masyarakat saat ini memang belum sadar. Padahal antivirus itu sudah seperti obat kalau kita sakit,” tegas Sales Kaspersky Jack Chow.

Yang lebih penting lagi, masyarakat belum terbiasa update antivirus setiap hari. Padahal di dalam antivirus tersebut sudah tersimpan mekanisme update langsung. Sehingga pengguna tidak perlu khawatir terhadap keamanan data dalam perangkatnya.

Pihak Kaspersky sendiri membanderol harga antivirus mulai Rp 89.000 hingga Rp 3 juta. Harga tersebut disesuaikan mulai jenis kegunaan mulai dari perangkat personal hingga kalangan usaha kecil menengah (UKM).

Kaspersky sendiri juga mengkategorikan produknya seperti untuk kebutuhan online, antivirus PC biasa, antivirus untuk Mac, antivirus untuk smartphone dan korporasi. Harga itu sudah murah. Coba saja harga produk itu dibagi selama 365 hari. Pasti jauh lebih murah dibandingkan bayar parkir sepeda motor dalam periode yang sama.

Norton menawarkan antivirus mulai harga Rp 150.000, Kaspersky mulai Rp 89.000, dan antivirus-antivirus lain pun telah menawarkan harga yang cukup terjangkau. Jadi sebenarnya tak ada alasan lagi untuk tidak menggunakan antivirus original, demi keamanan data-data penting Anda.

Namun, bila Anda tak ingin mengeluarkan uang untuk membeli antivirus, alternatifnya bisa menggunakan antivirus gratis, seperti AVG dan Avira. Sedikit kekurangan dari antivirus gratis ini biasanya lebih kepada support yang diberikan.

 

Advertisements

LANGKAH MUDAH BACK-UP SETTING OFFICE 2003

Di dalam paket Microsoft Office 2003 terdapat beberapa aplikasi yang dibundel didalamnya, sebut saja Microsoft Word, Microsoft Excel, Microsoft PowerPoint dan Microsoft Access. Diluar keempat aplikasi inti tadi masih terdapat aplikasi perkantoran lain seperti Microsoft OneNote atau Microsoft InfoPath yang dibundel bersama paket Office 2003 versi tertentu.

Apabila Anda menggunakan kesemua aplikasi Office tersebut, pastilah Anda akan melakukan customize agar Office 2003 nyaman saat digunakan. Tidak dapat dipungkiri pula bahwa untuk melakukan kustomasi yang sesuai dengan keinginan diperlukan waktu yang tidak sedikit.  Jika suatu saat karena satu dan lain hal Anda harus menginstall ulang Windows, maka bisa dipastikan seluruh perubahan yang Anda lakukan selama ini pada Microsoft Office akan hilang begitu saja.

Agar di Windows Anda yang baru memiliki “feel” yang sama dengan sebelumnya, Anda harus meng-customize ulang setiap setting pada setiap aplikasi. Tentunya ini sangat tidak efisien.

Cara terbaik agar waktu Anda tidak banyak terbuang: lakukan back-up setting, install ulang Windows, dan restore setting pada Windows yang baru, sehingga akan menghasilkan urutan yang tertata dan cantik. Untuk mem-back-up dan restore tentu saja dibutuhkan sebuah tool khusus agar prosesnya tidak terlalu rumit, namun jangan kuatir tool tersebut telah diintegrasikan dengan paket Microsoft Office 2003, sehingga Anda tinggal menggunakannya.

Untuk cara akses dan penggunaan, Anda cukup mengikuti langkah-langkah yang telah dijabarkan dibawah ini, tapi ingat sebelum mencoba trik berikut pastikan seluruh aplikasi Office telah ditutup.

  1. Klik menu [Start]>[All Programs]>[Microsoft Office]>[Microsoft Office Tools]>[Microsoft Office 2003 Save My Settings Wizard].
  2. Sebuah wisaya Microsoft Office 2003 Save My Settings Wizard yang berisi sambutan akan muncul. Klik [Next], untuk melanjutkan proses.
  3. Pada halaman berikutnya, Anda akan diberikan dua pilihan: [Save the settings from this machine] dan [Restore previously saved settings to this machine]. Karena Anda baru pertama kali menjalankan wizard ini, pilih [Save the settings from this machine] untuk menyimpan setting. Dikemudian hari Anda bisa menggunakan opsi [Restore previously saved settings to this machine] untuk mengembalikan setting yang telah Anda simpan.
  4. Lanjutkan dengan mengklik [Next].
  5. Sekarang tentukan lokasi folder dan nama file dimana Anda akan menyimpan/mengembalikan setting pada bagian File to save/restore settings to:. Jika Anda malas mengetikkan lokasinya, klik saja tombol [Browse…].
  6. Tekan tombol [Finish] untuk memulai proses penyimpanan/pengembalian setting.

Langkah-langkah diatas juga bisa digunakan jika Anda memiliki banyak PC pada suatu jaringan dan ingin agar seluruh komputer tersebut memiliki setting yang sama. Secara garis besar, caranya adalah sama: simpan setting dari komputer sumber, kemudian restore file hasil back-up ke semua komputer. Dengan begini, akan banyak waktu yang dapat dihemat karena Anda tidak perlu meng-customize tiap komputer secara manual.

KOMPUTER JADI LAMBAT, APA SOLUSINYA?

Keluhan semacam ini jangan dianggap sepele! Penyebabnya sangat beragam tergantung tingkat kerusakannya, salah satunya karena kurangnya perawatan. Efek yang ditimbulkan pun cukup terasa. Selain tidak lagi terasa nyaman saat menggunakan komputer, kelambatan kerja komputer membuat kerja jadi tidak secepat biasanya. PC plus mengajak anda untuk mengenali penyebab kelambatan semacam ini satu demi satu.

PERIKSA POWER SUPPLY DAN KABELNYA

Komputer yang sudah tidak lagi bertenaga bisa jadi disebabkan oleh power supply yang tidak lagi bergigi seperti biasa. Umur yang sudah agak uzur kadang membuat performa power supply tidak sehebat saat baru pertama dibeli. Tambahan komponen yang membebani power supply juga bisa membuat power supply yang tadinya ngreng menjadi ngos-ngosan ketika diberi beban penuh. Untuk itu, periksa apakah power supply yang dipakai masih bekerja dengan baik dan power yang harus disebar ke masing-masing komponen masih bisa diakomodasi dengan total power yang dimilikinya.

 

PROSESOR KEPANASAN

Kelambatan komputer juga bisa diakibatkan oleh prosesor yang terlalu panas. Alhasil kerja prosesor jadi tidak maksimal. Panasnya prosesor ini sendiri bisa beragam sebab. Tapi umumnya karena pemasangan pendingin yang tidak sempurna.

Masalah lain yang bisa membuat prosesor jadi “berkeringat” lebih adalah update BIOS untuk versi tertentu. Namun, kasus yang kedua sangat jarang terjadi. Umumnya bahkan dengan update BIOS suhu prosesor saat bekerja bisa diturunkan karena kinerja yang diperbaiki.

 

INILAH 9 WASIAT STEVE JOB

Pendiri dan mantan CEO Apple, Steve Job yang baru meninggal karena kanker pankreas yang menggerogoti kesehatan sang maestro, ternyata memendam ambisi dan fakta mengejutkan tentang masa depan tekhnologi computer dan cara pandangya kepada para pesaingnya.

Penulis biografi Jobs, Walter Isaacson, mengungkap hal-hal mengejutkan yang sebelumnya tak diketahui khalayak umum. Dalam ‘Steve Jobs,’ Isaacson menuangkan segala informasi yang ia peroleh.

Pria ini pula menjadi satu-satunya orang yang pernah melakukan wawancara sebanyak 40 kali lebih pada Jobs. Rahasia apa saja yang dimaksud? Simak berikut.

Bagaimana Apple mendapat namanya

‘Executek,’ ‘Matrix,’ ‘Personal Computers Inc,’ menjadi beberapa nama yang menjadi pertimbangan Jobs dan co-founder Apple Steve Wozniak. Jobs mengajukan ‘Apple’ setelah ia kembali dari kunjungannya ke All One Farm tempat ia memelihara pohon apel.

“Saya sedang menjalani salah satu diet buah untuk mengurangi resistensi vitamin terhadap penyakitnya. Saya baru saja kembali dari ladang apel. Apel terdengar menarik, penuh semangat, dan tak mengintimidasi. Nama ini mengambil ujung kata computer,” kata Jobs pada Isaacson.

Bill Clinton meminta nasihat Jobs atas skandal Monica Lewinsky

Menurut Isaacson, selama pembicaraan larut malam via telepon, Presiden Bill Clinton bertanya pada Jobs mengenai cara ia menghadapi skandal Monica Lewinsky. “Saya tak tahu jika Anda benar melakukannya, jika benar, katakan pada Negara ini,” kata Jobs pada Clinton. Saat itu, presiden terdiam di ujung telepon, kata Isaacson.

Mengapa Jobs mengenakan turtleneck hitam?

Menurut Isaacson, ciri turtleneck hitam Jobs awalnya terinspirasi kunjungannya pada awal 1980-an ke pabrik Sony di Jepang tempat pendiri Apple itu menyadari semua karyawan mengenakan seragam.

Jobs mengaku menyukai konsep itu dan mengusulkan karyawan Apple juga memiliki seragam dan meminta perancang Jepang Issey Miyake merancang seragam karyawannya. Namun, Jobs ‘memiliki gagasan memiliki seragam untuk dirinya sendiri dengan alasan kenyamanan harian serta ciri gayanya sendiri,” kata Isaacson. Jobs yang berteman dengan Miyake pun memintanya membuatkannya ‘beberapa turtleneck hitam’ dan ciri khas Jobs pun lahir.

Jobs kecewa pada Presiden Barack Obama

Dulunya, Jobs merupakan pendukung Obama.Namun ia ‘kecewa padanya’ yang memiliki masalah memimpin karena Obama enggan menyinggung orang atau membuat orang marah. “Anda hanya akan menjadi presiden untuk satu kali masa jabatan,” kata Jobs pada Obama.

Jobs berpendapat, administrasi presiden harus lebih ramah pada bisnis dan lebih agresif dalam membentuk sistem edukasi Negara.

Jobs menolak bedah untuk menyembuhkan kankernya

Jobs awalnya menolak melakukan bedah untuk mengobati kanker pankreas yang ia derita. Selama berbulan-bulan, Jobs menolak mengobati kankernya dan hanya menggunakan terapi, termasuk diet tak biasa, obat herbal dan akupunktur.

“Alasan besarnya adalah, ia tak siap kulit dan tubuhnya dibuka,” kata istri Jobs, Laurence Powell. Powell pun berupaya membujuk suaminya melakukan operasi. “Keberadaan tubuh untuk melayani roh,” katanya.

Jobs awalnya menentang aplikasi

Ribuan aplikasi yang tersedia di iTunes menjadi fitur penentu bagi Apple dan telah membuat pengembang menghasilkan miliaran dolar. Meski begitu, awalnya Jobs menentang keberadaan aplikasi.

Anggota dewan direksi Apple Art Levinson mengaku menghubungi Jobs enam kali untuk melobi mengenai aplikasi potensial. “Saat itu Jobs merasa timnya tak memiliki cukup kemampuan untuk mencari tahu kerumitan yang membayangi kebijakan pengembang aplikasi pihak ketiga,” kata Isaacson.

Jobs ‘depresi’ pada reaksi hangat-hangat kuku pada iPad

iPad memang merupakan produk Apple yang sukses. Namun reaksi awal yang muncul hanya sebatas hangat-hangat kuku. Banyak orang mencaci namanya namun siapa sangka produk baru ini menjadi sangat populer. “Saya merasa tertekan karenanya,” katanya.

Pertanyaan wawancara Jobs yang aneh

Jobs menikmati saat-saat ia menanyai para calon karyawannya yang ‘gelisah dan konvensional’ guna menguji kemampuannya berpikir sendiri dan mengukur apakah kepribadiannya sesuai dengan Apple. Jobs sering ‘menyiksa’ para calon karyawannya dengan pertanyaan tak biasa. “Umur berapa saat Anda kehilangan keperjakaanmu?,” tanyanya. “Apa Anda perjaka?,” lanjutnya.

Google perampok besar

Jobs menggambarkan Android sebagai ‘kejahatan besar’ di mana Google mencuri dari iPhone. “Google merampok kami. Saya akan habiskan nafas terakhir saya dan tiap sen kekayaan Apple senilai US$40 miliar (Rp354,1 triliun) untuk membenarkan kesalahan ini. Saya akan hancurkan Android karena itu produk curian,” kata Jobs.

PERSAINGAN DESKTOP SEARCH

Jika Anda berlaku seperti normalnya para pengguna PC di seluruh dunia yang setiap harinya rajin menjejali harddisk dengan berbagai benda digital seperti foto, lagu, dokumen, program, dan video tidak bisa dihindari lagi, dalam waktu singkat, kapasitas harddisk sebesar apapun akan cepat penuh.

Jika Anda juga berlaku seperti normalnya para pengguna PC di seluruh dunia yang dengan ‘sok-cantiknya’ meletakkan berbagai benda digital tersebut ke dalam folder My Documents, atau berbagai sub-folder di dalamnya, yang seringkali langsung dilupakan begitu selesai dibuat, maka Anda juga sepertinya akan mengalami masalah penumpukan berbagai folder dan sub-folder penyimpanan tanpa perawatan file lebih lanjut.

Yang menjadi masalahnya, menyimpan sebuah file jauh lebih mudah ketimbang menemukannya. Dan seringkali, kita justru tidak bisa menemukan apa yang paling kita butuhkan. Dalam waktu singkat, komputer Anda sudah berubah menjadi semacam black hole yang menyedot habis semua informasi. Menurut bahasa bisnis, ini berarti kerugian besar, baik dari segi biaya maupun dari segi waktu.

Menggunakan sistem pecarian bawaan Windows? Terlalu lama dan itu pun belum tentu ada hasilnya –kita bisa belanja bahan, menyiapkan, sampai menghidangkan makan malam prasmanan dulu sebelum pencariannya selesai. Tidak bisa tidak, kita memerlukan bantuan dari luar.

GOOGLE DESKTOP DAN BEBERAPA PESAINGNYA

Harus diakui, Google memang bukan yang pertama yang menyediakan aplikasi pembantu pencarian file di folder lokal dengan Google Desktop-nya. Tetapi kenyataan bahwa ia merupakan mesin pencari nomor satu di Internet, saat ini, membuatnya menjadi yang paling terkenal.

Perlu diingat, yang paling terkenal bukan berarti yang terbaik. Ditemukannya berbagai lubang pada aplikasi Google Desktop telah menghambat jalan sang raja mesin pencari itu menuju singgasana desktop search terbaik. Setidaknya itulah pendapat beberapa nama besar dunia perkomputeran.

Meskipun kita tidak ingin komputer kita berisiko tidak aman hanya karena lubang-lubang kecil pada Google Dekstop, aplikasi pencari yang bisa mendaftar dan menemukan semua file di mana pun di harddisk komputer dengan cepat, tak bisa dipungkiri lagi kita tetap membutuhkan aplikasi pencari semacam itu.

Jadi, sementara menunggu Google selesai menyempurnakan aplikasi barunya, ada beberapa alternatif aplikasi yang sepertinya juga layak untuk dilirik. Perangkat-perangkat lunak ini diharapkan bisa mendekati kesempurnaan sebuah mesin pencari desktop.

Seperti mesin pencari Internet pada umumnya, mesin pencari desktop akan melakukan pendataan semua file yang ada di harddisk. Penggunanya bisa memperoleh hasil pencarian dalam hitungan sepersekian detik berdasarkan kata kunci, tipe file ataupun lokasi penyimpanannya.

Misalnya, Anda bisa menemukan foto-foto liburan mana pun selama mereka punya ‘sesuatu’ yang bisa dijadikan dasar pencarian –seperti nama file atau tanggal pembuatannya, “Wanita Cantik 2011” misalnya.

 

MENGINSTALL OFFICE XP TANPA AKTIVASI ULANG

Pada edisi 190 lalu, PCplus pernah membahas cara untuk mengakali Windows Product Activation untuk Windows XP. Dengan mengikuti langkah-langkah cantik yang telah diberikan, Anda tidak perlu lagi melakukan aktivasi Windows meskipun Anda menginstal ulang Windows.

Nah, setelah Anda menginstal ulang Windows, tentunya Anda perlu melakukan instal ulang aplikasi-aplikasi lain yang dibutuhkan. Proses instal ulang tidak akan menyusahkan apabila aplikasi yang Anda instal ulang adalah aplikasi-aplikasi standar. Yang akan menjadi masalah bagi Anda adalah ketika Anda menginstal ulang aplikasi yang mengharuskan aktivasi seperti yang harus dilakukan ketika menginstal Windows. Salah satu aplikasi yang akan meminta aktivasi saat Anda melakukan instal ulang adalah Microsoft Office XP.

Seperti pada Windows XP, Anda juga bisa mengakali Office XP agar aktivasi ulang tidak perlu dilakukan. Secara garis besar, langkah-langkah yang diperlukan juga sama, yaitu dengan melakukan back-up data aktivasi dan me-restore-nya seusai proses instal ulang Windows dan Office. Perbedaannya terletak pada lokasi dan file yang harus di-back-up. Untuk lebih jelasnya, ikuti langkah-langkah berikut sebelum Anda menginstal ulang Windows:

1.     Jalankan Windows Explorer melalui menu [Start]>[All Programs]>[Accessories]>[Windows Explorer].

2.   Buat sebuah folder baru untuk menyimpan file backup. Jika Anda ingin melakukan backup di disket, masukkan disket Anda ke disk drive.

3.   Masuklah ke folder C:\Documents and Settings\All Users\Application Data\Microsoft\Office\Data\.

4.    Pada folder Data akan muncul dua file dengan nama data.dat dan data.bak. Salinlah kedua file ini ke folder yang baru Anda buat atau ke disket yang telah disiapkan.

Setelah tahapan-tahapan diatas dilakukan, Anda dapat menginstal ulang Windows dan dilanjutkan dengan installasi Office XP. Pada akhir instalasi Office, Anda akan diminta untuk melakukan restart Windows. Sampai di sini Anda masih belum boleh menjalankan aplikasi-aplikasi Office karena belum me-restore file aktivasi. Maka dari itu, ikuti permintaan restart dari program installer. Selanjutnya:

5.   Jalankan Safe Mode Windows.

6.   Masuklah ke folder di mana Anda mem-back-up kedua file di atas, kemudian salin kembali ke folder C:\Documents and Settings\All Users\Application Data\Microsoft\Office\Data\.

7.    Saat muncul konfirmasi untuk melakukan overwrite, jawab dengan [Yes].

8.    Terakhir, restart PC dan aplikasi-aplikasi Office XP Anda tidak akan meminta aktivasi untuk yang kedua kalinya.

Harap diingat, trik ini bukan untuk melakukan crack terhadap aktivasi Office XP, melainkan untuk mengakali Office XP agar Anda tidak perlu mengaktivasi ulang. Jadi, Anda tidak dapat menggunakan trik ini apabila sebelumnya tidak pernah melakukan aktivasi.

 

MENCEGAH AUTOMATIC RESTART DI WINDOWS XP

Windows XP bukanlah sistem operasi cantik dan sempurna yang bebas dari masalah. Meski sudah jauh lebih baik dibandingkan dengan pendahulunya, sistem operasi ini masih memiliki sejumlah masalah. Masalah yang muncul bisa bermacam-macam. Misalkan dengan munculnya blue screen of death saat sistem sedang atau akan dijalankan.

Masalah lain yang bisa terjadi adalah sistem yang terus menerus meminta restart Windows. Padahal dari mulai saat booting hingga login tidak ada yang aneh dengan Windows. Akan tetapi, Windows akan me-restart Windows begitu tiba saatnya komputer Anda gunakan. Hal seperti ini jelas sangat menyusahkan, karena untuk mengatasi masalah yang muncul itu, mau tidak mau Anda harus berada pada mode normal. Jika terus menerus di-restart tentu Anda tidak bisa melakukan apa-apa.

Kejadian restart otomatis ini sebenarnya bukanlah suatu bug, justru ini adalah fasilitas yang dimiliki Windows jika ia mendeteksi adanya masalah pada sistem. Meski demikian, jika kejadiannya seperti diatas tentu bukannya membantu, fasilitas ini justru menyusahkan penggunanya. Maka dari itu Anda dapat melakukan langkah-langkah dibawah ini untuk mencegah terjadinya lagi restart otomatis dari Windows.

  1. Klik[Start]>[ControlPanel]>[PerformanceandMaintenance]>[System].
  2. Pada tab [Advanced] klik tombol [Settings] yang terdapat didalam kotak Startup and Recovery.
  3. Sebuah jendela baru berjudul Startup and Recovery akan muncul. Carilah checkbox [Automatically restart] pada box System failure, kemudian hilangkan tanda cek di depannya.
  4. Klik [OK] dan [OK] sekali lagi untuk menyimpan perubahan dan keluar dari Sistem Properties.

Mulai saat ini, Windows XP tidak akan me-restart PC secara tiba-tiba apabila menemukan masalah pada dirinya.