POSISI KETINGGIAN AWAN SEMAKIN MENURUN

Beberapa ilmuwan dari University of Auckland di Selandia Baru menganalisis ketinggian awan global dari periode Maret 2000 hingga Februari 2010 dengan Multi-angle Imaging SpectroRadiometer (MISR) pada wahana antariksa Terra milik NASA.

Beberapa hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan ketinggian awan secara global. Penurunan bisa mencapai 1 persen, atau sekitar 30-40 meter dari ketinggian semula. Kebanyakan penurunan diakibatkan oleh lebih sedikitnya awan yang terdapat di wilayah atmosfer yang lebih tinggi.

Pimpinan penelitian, Roger Davies, mengatakan,  untuk sementara, hasil studi masih terlalu dangkal, penurunan ketinggian awan menunjukkan bahwa sesuatu tengah terjadi. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk melihat dampaknya pada temperatur global.

Davies mengungkapkan, ketinggian awan yang lebih rendah bisa memberikan efek pendinginan, mengurangi temperatur di permukaan Bumi. Selain itu, penurunan ketinggian awan memberikan efek yang berlawanan dengan pemanasan global. “Kami belum tahu secara pasti sebab penurunan ketinggian awan. Tapi ini pasti berkaitan dengan perubahan sirkulasi pembentukan awan di ketinggian,” ungkap Davies seperti dikutip Physorg, Rabu (22/2/2012).

Penelitian dengan MISR pada wahana antariksa Terra yang diluncurkan pada tahun 1999 masih akan terus dilakukan. Selain itu, penelitian juga akan dilakukan dengan CloudSat, satelit NASA yang mampu menganalisis struktur vertikal awan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s